HomePortalSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in

Share | 
 

 Teori Fisika dan Peristiwa Isra Mi'raj

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
viking
Newbie


Posts : 21
Join date : 2011-08-03
Age : 22
Location : Jakarta
Reputation 7

PostSubject: Teori Fisika dan Peristiwa Isra Mi'raj   Wed Aug 03, 2011 5:26 pm

:ht:

FISIKA dan ISRA' MI"RAJ

Pertanyaan yang mendasar dari peristiw Isra' Mi'raj adalah bagaimana Nabi secepat itu melakukan perjalanan yang sangat jauh ditinjau dari sudut SAINS.
Mekkah - Palestina berjarak kurang lebih 1500 km dan diteruskan menuju langit ke tujuh, ditempuh dalam waktu setengah malam. Luar Biasa. Bagaiman FISIKA menerangkan itu ?

Dalam ilmu Fisika Modern diketahui bahwa kecepatan tertinggi di alam semesta ini adalah CAHAYA. Tidak ada kecepatan lain yang lebih tinggi dari cahaya. Malaikat JIBRIL dan BOURAQ adalah makhluk cahaya. Badannya tersusun dari photon-photon yang sangat ringan. Oleh karena itu, ia tidak mengalami kendala untuk bergerak dengan kecepatan cahaya yang demikian sangat tinggi. Namun, bagaimana dengan Nabi Muhammad SAW...?. Rasulullah diubah oleh ALLAH SWT menjadi badan cahaya yang dapat dijelaskan dengan teori annihilasi.

Hanya dalam waktu yang singkat, kenapa pengalaman Nabi begitu banyak dan luas..???. Hal ini dapat diterangkan dengan Teori RELATIVITAS. Adanya Relativitas waktu antara dunia manusia dengan dunia malaikat menyebabkan Rasulullah merasakan sepenuhnya perjalanan itu dan mampu menceritakannya kembali.
Bagaimana dengan Sidratul Muntaha di langit ke tujuh ?. Sampai saat ini Ilmu Astronomi belum bisa menjelaskan tentang hakikat LANGIT. Jangankan langit ke tujuh, langit yang pertama saja definisinya masih belum jelas.
Dalam buku Agus Mustofa, Terpesona di Sidratul Muntaha, menjelaskan tentang pengertian langit. Langit pertama menurutnya adalah, ruang berdimensi 3 yang dihuni manusia, hewan, tumbuhan dan berbagai macam benda langit lainnya. Langit ke dua adalah ruang berdimensi 4 yang dihuni oleh bangsa JIN dan berbagai makhluk berdimensi 4 lainnya. Langit ke tiga adalah ruang yang berdimensi 5, langit ke empat, lima, enam dan tujuh memiliki gambaran yang sama, yaitu tersusun dari langit-langit sebelumnya.

Lantas apa yang dapat diperoleh dari peristiwa Isra' dan Mi'raj itu ?. Tiada lain adalah keyakinan dan kemantapan hati akan semakin bertambah.

Salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW adalah diperjalankannya beliau oleh Allah SWT melalui peristiwa Isra’ Mi’raj. Banyak yang coba mengungkapkan peristiwa tersebut secara ilmiah, salah satunya melalui Teori Fisika paling mutahir, yang dikemukakan oleh Dr. Stephen Hawking.

Berikut penjelasannya :
Teori Lubang Cacing

Raksasa di dunia ilmu fisika yang pertama adalah Isaac Newton (1642-1727) dengan bukunya : Philosophia Naturalis Principia Mathematica, menerangkan tentang konsep Gaya dalam Hukum Gravitasi dan Hukum Gerak.

Kemudian dilanjutkan oleh Albert Einstein (1879-1955) dengan Teori Relativitasnya yang terbagi atas Relativitas Khusus (1905) dan Relativitas Umum (1907).

Dan yang terakhir adalah Stephen William Hawking, CH, CBE, FRS (lahir di Oxford, Britania Raya, 8 Januari 1942), beliau dikenal sebagai ahli fisika teoritis.

Dr. Stephen Hawking dikenal akan sumbangannya di bidang fisika kuantum, terutama sekali karena teori-teorinya mengenai tiori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan tulisan-tulisan topnya di mana ia membicarakan teori-teori dan kosmologinya secara umum.

Tulisan-tulisannya ini termasuk novel ilmiah ringan A Brief History of Time, yang tercantum dalam daftar bestseller di Sunday Times London selama 237 minggu berturut-turut, suatu periode terpanjang dalam sejarah.

Berdasarkan teori Roger Penrose :

“Bintang yang telah kehabisan bahan bakarnya akan runtuh akibat gravitasinya sendiri dan menjadi sebuah titik kecil dengan rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga, sehingga menjadi sebuah singularitas di pusat lubang hitam (black hole).“


Dengan cara membalik prosesnya, maka diperoleh teori berikut :

Lebih dari 15 milyar tahun yang lalu, penciptaan alam semesta dimulai dari sebuah singularitas dengan rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga, meledak dan mengembang. Peristiwa ini disebut Dentuman Besar (Big Bang), dan sampai sekarang alam semesta ini masih terus mengembang hingga mencapai radius maksimum sebelum akhirnya mengalami Keruntuhan Besar (kiamat) menuju singularitas yang kacau dan tak teratur.

Dalam kondisi singularitas awal jagat raya, Teori Relativitas, karena rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga akan menghasilkan besaran yang tidak dapat diramalkan.

Menurut Hawking bila kita tidak bisa menggunakan teori relativitas pada awal penciptaan “jagat raya”, padahal tahap-tahap pengembangan jagat raya dimulai dari situ, maka teori relativitas itu juga tidak bisa dipakai pada semua tahapnya.

Di sini kita harus menggunakan mekanika kuantum. Penggunaan mekanika kuantum pada alam semesta akan menghasilkan alam semesta “tanpa pangkal ujung” karena adanya waktu maya dan ruang kuantum.

Pada kondisi waktu nyata (waktu manusia) waktu hanya bisa berjalan maju dengan laju tetap, menuju nanti, besok, seminggu, sebulan, setahun lagi dan seterusnya, tidak bisa melompat ke masa lalu atau masa depan.

Menurut Hawking, pada kondisi waktu maya (waktu Tuhan) melalui “lubang cacing” kita bisa pergi ke waktu manapun dalam riwayat bumi, bisa pergi ke masa lalu dan ke masa depan.

Hal ini bermakna, masa depan dan kiamat (dalam waktu maya) menurut Hawking “telah ada dan sudah selesai” sejak diciptakannya alam semesta. Selain itu melalui “lubang cacing” kita bisa pergi ke manapun di seluruh alam semesta dengan seketika.

Jadi dalam pandangan Hawking takdir itu tidak bisa diubah, sudah jadi sejak diciptakannya.


Dalam bahasa ilmu kalam :

“Tinta takdir yang jumlahnya lebih banyak daripada seluruh air yang ada di tujuh samudera di bumi telah habis dituliskan di Lauhul Mahfudz pada awal penciptaan, tidak tersisa lagi (tinta) untuk menuliskan perubahannya barang setetes.”


Menurut Dr. H.M. Nasim Fauzi, sesuai dengan teori Stephen Hawking, manusia dengan waktu nyatanya tidak bisa menjangkau masa depan (dan masa silam).

Tetapi bila manusia dengan kekuasaan Allah, bisa memasuki waktu maya (waktu Allah) maka manusia melalui “lubang cacing” bisa pergi ke masa depan yaitu masa kiamat dan sesudahnya, bisa melihat masa kebangkitan, neraka dan shiroth serta bisa melihat surga kemudian kembali ke masa kini, seperti yang terjadi pada Nabi Muhammad SAW, sewaktu menjalani Isra’ dan Mi’raj.

Sebagaimana firman Allah :

Dan Sesungguhnya Muhammad Telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidrotil Muntaha. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal . . .
(QS. An Najm / 53:13-15)


Nampaknya dalam mengungkap Perjalanan Isra, Teori Hawking dengan “Lubang Cacing”-nya, sama logisnya dengan Teori Menerobos Garis Tengah Jagat Raya namun meskipun begitu, teori Hawking, tidak semuanya bisa kita terima dengan mentah-mentah.

Seandainya benar, Rasulullah diperjalankan Allah melalui “lubang cacing” semesta, seperti yang diutarakan oleh Dr. H.M. Nasim Fauzi, harus diingat bahwa perjalanan tersebut adalah perjalanan lintas alam, yakni menuju ke tempat yang kelak dipersiapkan bagi umat manusia, di masa mendatang (surga).

Rasulullah dari masa ketika itu (saat pergi), berangkat menuju surga, dan pada akhirnya kembali ke masa ketika itu (saat pulang).

Dan dengan mengambil teladan peristiwa Isra, kita bisa ambil kesimpulan :

1. Manusia dengan kekuasaan Allah, dapat melakukan perjalanan lintas alam, untuk kemudian kembali kepada waktu normal.

2. Manusia yang melakukan perjalanan ke masa depan, namun masih pada ruang dimensi alam yang sama, tidak akan kembali kepada masa silam (mungkin sebagaimana terjadi pada Para Pemuda Kahfi).

3. Manusia sekarang, ada kemungkinan dikunjungi makhluk masa silam, tetapi mustahil bisa dikunjungi oleh makhluk masa depan. Hal ini semakin mempertegas, semua kejadian di masa depan, hanya dipengaruhi oleh kejadian di masa sebelumnya.


WaLLahu a’lamu bisshawab…

sumber : kaskus.us
Back to top Go down
View user profile
flurry
Newbie


Posts : 11
Join date : 2011-08-05
Location : Semarang
Reputation 1

PostSubject: Re: Teori Fisika dan Peristiwa Isra Mi'raj   Sun Aug 07, 2011 9:02 am

nice info gan ! lol!

Spoiler:
 
Back to top Go down
View user profile
Chuck.manjoume
Newbie


Posts : 25
Join date : 2011-09-06
Age : 30
Location : Orang baru dengan semangat baru
Reputation 1

PostSubject: Re: Teori Fisika dan Peristiwa Isra Mi'raj   Tue Sep 06, 2011 2:41 pm

Waduhhh...teori nya ribet bro....gak tau kapan kita bisa nyiptain tekhnologi yang menyamai kecepatan buraq buat jalan2 ke luar angkasa....mungkin 1000 tahun lagi....

btw, ane pernah adu otot ama temen ane pas debat masalah takdir bro..... Ngakak
Back to top Go down
View user profile
silvana2syahdi
Moderator
Moderator


Posts : 100
Join date : 2011-09-05
Age : 17
Location : Bekasi
Reputation 23

PostSubject: Re: Teori Fisika dan Peristiwa Isra Mi'raj   Tue Sep 06, 2011 2:53 pm

Zzzz...
Ribet banget sist -_-
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: Teori Fisika dan Peristiwa Isra Mi'raj   Today at 11:28 am

Back to top Go down
 
Teori Fisika dan Peristiwa Isra Mi'raj
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Yeh Hai Mohabbatein : Parmeet’s Evil Eye On Ishita

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
SPOTLITE :: SPOTLITE CAFE :: THE LOUNGE-
Jump to: